
Memandikan bayi merupakan salah satu momen penting dalam perawatan sehari-hari. Selain menjaga kebersihan tubuh, kegiatan ini juga dapat menjadi waktu yang menyenangkan untuk mempererat ikatan antara orang tua dan bayi. Namun, bagi orang tua yang baru memiliki anak, memandikan bayi sering kali terasa menegangkan karena khawatir melakukan kesalahan. Padahal, dengan persiapan yang tepat dan langkah yang benar, memandikan bayi dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan membuat bayi merasa rileks.
Berikut 5 cara memandikan bayi dengan benar yang dapat diterapkan:
- Siapkan semua perlengkapan terlebih dahulu. Sebelum mulai memandikan bayi, siapkan bak mandi bayi, air hangat dengan suhu sekitar 37–38°C, handuk lembut, sabun khusus bayi, sampo bayi, pakaian bersih, dan popok. Dengan begitu, bayi tidak perlu ditinggal sendirian saat mandi.
- Pegang bayi dengan posisi yang aman. Gunakan satu tangan untuk menopang kepala dan leher bayi, sementara tangan lainnya digunakan untuk membersihkan tubuh. Pegangan yang stabil akan membuat bayi lebih nyaman dan mengurangi risiko tergelincir.
- Bersihkan tubuh secara bertahap. Mulailah membersihkan wajah menggunakan kain lembut tanpa sabun, kemudian lanjutkan ke kepala, leher, dada, lengan, perut, punggung, kaki, hingga area lipatan tubuh. Bagian lipatan perlu dibersihkan dengan teliti karena mudah menjadi tempat berkumpulnya keringat dan kotoran.
- Gunakan sabun secukupnya. Pilih sabun dan sampo yang diformulasikan khusus untuk bayi. Hindari penggunaan sabun berlebihan karena dapat membuat kulit bayi menjadi kering dan iritasi.
- Segera keringkan setelah mandi. Setelah selesai, angkat bayi dengan hati-hati menggunakan handuk lembut. Keringkan tubuh hingga ke sela-sela lipatan kulit, kemudian kenakan pakaian yang bersih dan nyaman agar bayi tetap hangat.
Saat memandikan bayi, durasi mandi sebaiknya tidak terlalu lama, sekitar 5 hingga 10 menit sudah cukup. Terlalu lama berada di dalam air dapat membuat kulit bayi kehilangan kelembapan alaminya. Orang tua juga disarankan untuk selalu mengawasi bayi selama proses mandi dan tidak pernah meninggalkannya sendirian, meskipun hanya beberapa detik. Jika tali pusat bayi belum lepas sepenuhnya, pembersihan dapat dilakukan dengan spons atau kain basah sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, waktu terbaik untuk memandikan bayi adalah ketika bayi dalam kondisi tenang, tidak terlalu lapar, dan tidak langsung setelah menyusu. Dengan membiasakan teknik mandi yang benar, bayi akan merasa lebih nyaman, kualitas tidurnya dapat meningkat, dan risiko gangguan kulit akibat kebersihan yang kurang terjaga juga dapat diminimalkan.
Berdasarkan berbagai penelitian dan pedoman kesehatan, memandikan bayi dengan teknik yang benar berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, mencegah infeksi, serta memberikan rasa nyaman bagi bayi. Narasumber yang menjadi rujukan antara lain World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia yang merekomendasikan praktik mandi bayi secara aman sesuai usia dan kondisi bayi.